Jumat, 10 Februari 2017

Sosial dan Budaya Garut

sebuah  artikel yang sangat menarik di sebuah web jelajahgarut.com tentang sosial dan budaya Garut. berikut Artikel tersebut saya lampirkan dibawah agar dapat membuka wawasan dan pengetahuan lebih tentang Garut.


Sebagian besar masyarakat Garut merupakan suku Sunda dan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari. Suku Sunda terkenal dengan keramahannya, kelembutannya, serta sopan santunnya. Bahasa yang digunakan terbagi atas 3 bagian yaitu kasar, lemes, dan bahasa untuk sesama (didaerah Jawa seperti Ngoko, Krama Madya, dan Krama Inggil). Seperti aku atau saya, untuk bahasa kasarnya aing, lemesnya abdi/simkuring, dan bahasa untuk sesama adalah urang.

Namun bahasa Sunda Garut dan daerah lainnya memiliki sedikit perbedaan dengan daerah yang menggunakan bahasa Sunda lainnya seperti Sukabumi, Cianjur, Tasik dan Bogor. Contohnya kolam atau empang, di Garut dan Tasik sering disebut balong, namun di Cianjur dan Sukabumi disebut kulah. Namun perbedaan kata ini tidaklah signifikan. Secara garis besar adalah sama dan Garut merupakan salah satu daerah yang menggunakan bahasa Sunda secara murni.


Masyarakat Garut pun mempunyai kegiatan mingguan dan tahunan. Yang
Seni Adu Domba Garut
(Endy poerwanto-bisniswisata)
paling terkenal adalah Seni Adu Domba yang merupakan kesenian turun temurun. Adalagi upacara adat yang dilaksankan oleh masyarakat adat di Garut. Upacara Seba yang dilaksanakan



oleh masyarakat adat Ciburuy, Upacara Ngalungsur oleh masyarakat Godog dalam rangka menghormati benda-benda
Ngalungsur pusaka
(courtesy: disbudpar.go.id)
peninggalan Sunan Godog, Upacara ke Makam Karomah, Upacara 12 Mulud, dan Upacara 14 Mulud yang dilakukan oleh masyarakat adat Kampung Dukuh. Ada juga Hajat Laut Pakidulan oleh masyarakat Cikelet dalam rangka mensyukuri hasil laut yang telah diberikan Allah SWT.

Dengan membaca sekilas tentang garut di atas, Irvan Faza Garut sebagai orang asli garut atau yang sering disbut asgar (Asli garut) sangat senang sekali dengan kota kelahirannya. karena banyak sekali budaya - budaya digarut yang sangat menarik. Irfan Faza Garut sangat senang sekali dengan kebudayaan terutama yang bersangkut paut dengan seni. Selebihnya lagi Irvan faza garut mempunyai bakat seni yang di wariskan dari kedua orangtuanya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar